Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Satu Tuhan, Dua Jalan Menuju Kesalehan

Satu Tuhan, Dua Jalan Menuju Kesalehan (Ēbhĕs Ādunika Kala) Di dalam bentangan waktu yang tak bertepi, manusia berjalan di antara cahaya dan bayang-bayang. Ia mencari Tuhan bukan sekadar dengan langkah kaki, tetapi dengan denyut hati, ketajaman akal, dan keteguhan laku. Kesalehan bukan bangunan tunggal, melainkan jembatan yang disusun dari iman, ilmu, rasa, dan amal. Dalam perjalanan itu, tampak jelas dua arus besar pencarian: dua aliran sungai yang berbeda warna, tetapi mengalir ke samudra yang sama. Ini bukan perbandingan untuk menang dan kalah. Ini adalah pembacaan batin atas cara manusia mendekati Yang Maha Tak Terjangkau — namun terasa lebih dekat dari urat lehernya sendiri. Jalan Pertama: Tarekat Ruhani — Pendakian ke Pusat Diri Jalan ini lahir dari kesadaran purba: sebelum menaklukkan dunia, manusia harus menaklukkan dirinya. Sebelum mengatur negeri, ia harus mengatur batinnya. Sebelum berbicara tentang keadilan sosial, ia harus menegakkan keadilan dalam jiwanya sendiri. Ini ada...