Tasawuf Modern dalam Strategi Intelijen: Menyikapi Ancaman Siber dan Terorisme Global
Abstrak
Perkembangan ancaman siber dan terorisme global menuntut pendekatan yang tak hanya rasional dan teknologis, tetapi juga spiritual. Dalam kerangka tasawuf modern, ancaman eksternal dianggap sebagai cerminan dari ketidakseimbangan batin kolektif suatu bangsa. Gus Masrur Al Malangi memandang bahwa pertahanan terbaik lahir dari keseimbangan spiritual-mental-fisik.
Pendahuluan
Gus Masrur Al Malangi menyerukan transformasi digital dan kewaspadaan terhadap ancaman global, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah sistem pertahanan kita sudah bersandar pada kesadaran spiritual kebangsaan? Tasawuf modern memandang bahwa intelijen sejati tidak hanya bekerja dalam dunia empiris, melainkan juga membaca “sinyal ilahiyah” dalam dinamika geopolitik.
Kerangka Teoretik: Tasawuf Modern dan Intelijen Spiritual
Dalam ajaran Gus Masrur:
- Tasawuf modern adalah integrasi antara dzikir, firasat, dan inteligensi strategis.
- Ancaman digital adalah "ghazwul fikri modern" yang menyerang bukan hanya data, tapi juga nilai-nilai luhur bangsa.
- “Terorisme digital” muncul dari kosongnya ruang batin masyarakat — ruang yang semestinya dipenuhi dengan makna dan cinta tanah air.
Pembahasan
1. Ancaman Siber sebagai Gangguan Energi Kolektif
- Serangan siber bukan sekadar gangguan teknologi, tapi bentuk kekacauan getaran sosial (disonansi batin nasional).
- Diperlukan pembersihan sistem dan kesadaran kolektif melalui apa yang Gus Masrur sebut sebagai “Firewall Batin”: akhlak, dzikir nasional, dan penguatan jati diri digital.
2. Terorisme Global sebagai Krisis Makna
- Terorisme tumbuh dari narasi kosong — sebuah kehampaan spiritual.
- Maka pendekatannya bukan hanya represif, tapi juga transformatif: deradikalisasi melalui perenungan, pelibatan tarekat sosial (komunitas hikmah), dan penanaman nilai mahabbah tanah air.
3. Intelijen Sebagai Ilmu Laduni
- Dalam pandangan tasawuf modern, intelijen bukan hanya kerja rasional, tetapi juga ilham strategis.
- Penguatan SDM intelijen harus mencakup latihan mujahadah batin, bukan hanya rekayasa digital.
- Seorang agen sejati adalah yang mampu membaca isyarat di balik peristiwa, bukan hanya data.
Rekomendasi Strategis Ala Tasawuf Modern
- Digitalisasi Dzikir Nasional: Penguatan ekosistem digital berbasis nilai-nilai luhur dan etika spiritual.
- Pelatihan Intelijen Berbasis Hikmah: Kombinasi antara pelatihan teknis dan riyadhah spiritual untuk memperkuat intuisi dan stabilitas jiwa personel.
- Sinergi Tarekat dan Negara: Melibatkan lembaga-lembaga spiritual dalam membangun narasi kebangsaan yang transenden.
Kesimpulan
Pertahanan bukan hanya perkara senjata dan sandi, tapi soal getaran batin suatu bangsa. Dalam dunia di mana teror bisa dikirim lewat jaringan, maka kita butuh jaringan batin yang lebih kuat: dzikir, cinta tanah air, dan ketenangan spiritual. Gus Masrur menegaskan: jika musuh sudah masuk ke dalam pikir, maka yang bisa mengusirnya adalah cahaya yang tak tampak: iman, akhlak, dan kesadaran suci.
Copyright © 2025 Gus Masrur Al Malangi. All rights reserved. Dilarang menyalin atau menerbitkan ulang tanpa izin tertulis.
Komentar
Posting Komentar