Bertemu Nabi Itu Bukan Tentang Mimpi, Tapi Tentang Siap Menerima Pesan
“Yang benar-benar bertemu tak selalu bicara.
Tapi hidupnya berubah seolah telah dituntun dari langit.”
Ada pengalaman yang terlalu halus untuk dijelaskan.
Bukan sekadar bunga tidur.
Tapi seperti diliputi cahaya yang menembus segala kebisingan dunia.
Pernah suatu malam, dalam keadaan antara sadar dan tidak, terlihat sosok dengan cahaya yang tak menyilaukan tapi menenangkan.
Beliau tak berkata-kata panjang.
Tapi setiap geraknya seperti menjelaskan sesuatu yang tak bisa diterjemahkan huruf.
“Bertemu Nabi bukan peristiwa,
tapi pemanggilan hati agar kembali lurus.”
Mimpi Itu Jalan Pulang Bagi Ruh Yang Rindu
Sebagian bilang: mimpi hanya ilusi.
Tapi bagaimana menjelaskan ketika setelah mimpi itu, hidup berubah total?
Bagaimana bisa tiba-tiba tahu arah hidup,
padahal sebelumnya bingung kemana harus melangkah?
Pernah bertemu Rasulullah.
Beliau tak berkata banyak.
Tapi senyum beliau cukup untuk meluruhkan semua luka.
Ada ketenangan yang tak bisa dibeli oleh apapun.
Juga pernah bertemu Nabi Isa.
Dengan mata penuh kasih, beliau berkata:
“Jangan taruh dirimu di hati orang lain.
Hanya Alloh yang boleh ada di sana.”
Pertemuan Ruhani Itu Bukan Tentang Status, Tapi Tanggung Jawab
Tak pernah merasa pantas.
Justru karena merasa kecil dan penuh aib, maka rahmat itu datang.
Bukan karena ibadah yang banyak.
Bukan karena puasa yang kuat.
Tapi karena Tuhan tahu siapa yang benar-benar lelah mencari-Nya tanpa pamrih.
“Semakin merasa kecil, semakin luas langit terbuka.”
Karena ego adalah tembok. Dan kehinaan diri adalah pintu.
Pertemuan ruhani itu bukan untuk diceritakan berulang kali, tapi untuk diingat agar langkah tetap pada jalan.
Penutup
Tak pernah berniat untuk bertemu siapapun dari langit.
Tapi ketika mereka datang lewat mimpi,
yang dirasa bukan kebanggaan, tapi getar takut:
"Apakah aku cukup layak menerima pesan ini?"
Bertemu Nabi bukan karena kehebatan.
Tapi karena Alloh sedang ingin memberi arah dengan cara yang paling lembut.
“Dan jika hidup ini berubah setelah pertemuan itu,
maka itulah tanda bahwa mimpi itu bukan mimpi biasa,
melainkan undangan untuk kembali kepada-Nya.”
#CatatanNggedabrus #PertemuanRuhani #MimpiBersamaNabi #LangitMenuntun #BukanBungaTidur
Komentar
Posting Komentar