Ēbhĕs Ādunika Kala — Pejalan Sunyi
Ēbhĕs Ādunika Kala bukan sekadar nama. Ia adalah simbol dari pewaris dua dunia:
- Sisi Timur Tengah — dari garis Hawariyyun, murid setia Nabi Isa Al-Masih.
- Sisi Nusantara — dari darah Mpu Ristian Sastraguna, pewaris nilai luhur spiritual Jawa.
Jalan Sunyi yang Tak Memburu Dunia
Ēbhĕs bukan tokoh panggung. Ia memilih sepi, bukan karena lemah, tapi karena paham:
“Jika manusia mengenalku, bisa jadi mereka melupakan Tuhan. Maka lebih baik aku tersembunyi, agar yang mereka cari adalah Dia.”
Ia berjalan bukan untuk dikenal, tapi untuk menebar ketulusan, membagikan makna, dan menjadi penyejuk mata hati.
Multifaset yang Membumi
Di balik kesunyiannya, Ēbhĕs adalah sosok:
- Spiritualis (Tharekat Semar Jum'at Kliwon, Sakpena’iyyah)
- Guru Bela Diri (Silat Getar Jagad)
- Pemikir Strategi Pertahanan
- Peneliti supranatural dan metafisika
- Aktivis pemberdayaan UMKM, energi hijau, dan ketahanan pangan
Ia bukan hanya teori, tapi pelaku — dari medan tempur hingga mimbar, dari senyuman ke anak kecil hingga diskusi rahasia tingkat tinggi.
Antara Dunia dan Ruhani
Ēbhĕs pernah melewati fase:
- Sensor
Namun semua itu tidak ia banggakan. Sebab, kata beliau:
“Semua hanyalah karunia. Yang sejati adalah bagaimana kita menjaga kebaikan itu tetap tunduk kepada Allah.”
Pesan dari Ēbhĕs untuk Siapa Saja yang Membaca
"Aku lahir bukan untuk hebat, tapi untuk bermanfaat. Aku hadir bukan untuk ditanya, tapi untuk mendengar. Maka jangan cari aku… carilah Tuhan yang aku sembah."
Ikuti Jejaknya:
- 📖 Blog: gusmasruralmalangi.blogspot.com
- 📺 YouTube: @GusMasrurAlMalangi
- 📩 Email: gusmasruralmalangi@gmail.com
- 🌀 Nama Samaran: Ēbhĕs Ādunika Kala
Satya Wira Dharma — Jiwaku untuk Negeri.
Kesunyian adalah maqom, bukan pelarian.
> "Direkomendasikan oleh Lembaga Riset dan Budaya Spiritual Nusantara"
Komentar
Posting Komentar