*"Fase 13"* (menghindari dominasi kata “saya” dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih tawadhu)
Karomah Itu Bukan Tentang Hebat, Tapi Tentang Tidak Mengganggu Takdir
> “Karomah bukan untuk pamer,
tapi untuk tunduk pada kehendak Ilahi tanpa mencuri perhatian semesta.”
Sejak dulu banyak yang bertanya, apa betul bisa kebal? apa betul bisa membaca isi hati orang? apa betul bisa tahu sesuatu sebelum terjadi?
Pertanyaan-pertanyaan itu tak pernah dijawab dengan bangga, karena yang dirasa bukan kehebatan, tapi amanah yang berat.
> “Yang benar-benar diberi karomah justru lebih sering berpura-pura biasa.”
Karena merasa lebih adalah awal dari kehilangan segalanya.
Karomah Itu Hadiah Untuk Yang Sudah Tidak Minta
Karomah datang bukan karena permohonan, tapi karena hati sudah cukup tenang untuk tidak perlu keistimewaan.
Karena itulah, mereka yang benar-benar mendapatkannya justru merasa malu, bukan gagah.
Pernah ada kejadian aneh— di saat peluru seharusnya melukai, tapi waktu terasa melambat.
Bukan karena ilmu hitam, tapi karena waktu tunduk pada izin-Nya.
Bukan tubuh ini yang sakti, tapi waktu yang dilipat oleh kehendak Tuhan.
Karomah Itu Sunyi, Karena Diberi di Lorong Sunyi
Banyak kelebihan yang tidak diumumkan.
Ada yang datang lewat mimpi — bertemu Rasululloh SAW dengan aroma yang tak bisa dilupakan.
Ada juga pengalaman mati suri yang membuka tabir antara dunia dan alam malakut.
Bukan untuk ditulis-tulis, tapi untuk menjadi batas agar langkah tidak sembarangan lagi.
> “Karomah bukan untuk menyenangkan ego, tapi untuk menjaga agar tidak gegabah memutuskan takdir.”
Menyaksikan, Tapi Tak Ingin Diakui
Melihat lebih jauh kadang membuat batin ingin berteriak, tapi justru harus belajar lebih diam.
Karena ketika semesta mempercayakan rahasia, yang diminta adalah penjagaan, bukan penyiaran.
Yang benar-benar diberi kadang tidak dikenal.
Karena hidupnya lebih banyak di antara jalanan, membaur tanpa tanda khusus,
dan hanya dikenal langit lewat dzikirnya yang tersembunyi.
Penutup
Tidak ada yang patut dibanggakan.
Karena semua hanyalah titipan.
Dan titipan itu bisa diambil kapan saja.
Karomah itu bukan soal bisa menyembuhkan, menebak, atau menaklukkan.
Tapi tentang kesanggupan menahan diri ketika tahu bahwa bisa.
> “Karena karomah sejati adalah ketika seseorang diberi kuasa, tapi memilih menunduk dan tidak menggunakannya…demi menjaga rahasia-Nya tetap menjadi rahasia.”
#CatatanNggedabrus #KaromahSejati #TanpaKeakuan #SufiJalanan #MaluTapiMenjaga
Komentar
Posting Komentar