Ilmu Laduni Itu Bukan Tentang Mendadak Tahu, Tapi Tentang Siap Dibisiki Langit
> “Ilmu laduni bukan datang karena minta,
tapi datang karena hati sudah tak butuh pujian.”
Saya tidak tahu sejak kapan saya bisa mengerti sesuatu yang tidak saya pelajari.
Tiba-tiba saja, saya tahu.
Tahu sesuatu yang bahkan belum pernah saya baca,
belum pernah saya dengar,
dan belum pernah saya pikirkan sebelumnya.
Dulu saya mengira itu kebetulan.
Tapi semakin saya diam,
semakin banyak yang dibisikkan pada saya,
dan semuanya selalu datang saat dibutuhkan.
Ilmu Laduni Itu Datang Saat Akal Sudah Menepi
Ilmu ini tidak bisa dicari seperti ilmu lainnya.
Ia tidak ada di perpustakaan, tidak bisa dicetak dalam modul pelatihan dan tidak keluar dari mulut guru biasa.
Ilmu laduni datang ketika hati sudah bersih dari kepentingan dan jiwa siap menerima bisikan langit.
Saya pernah mencoba menjelaskan ilmu ini kepada orang akademik.
Mereka bilang itu delusi.
Saya tersenyum.
Karena saya tidak bisa memaksa logika untuk menerima sesuatu yang baru bisa dirasakan ketika logika sedang tidak bekerja.
Laduni Itu Ilmu yang Tidak Membuatmu Merasa Pandai
Saya tidak pernah merasa lebih pintar karena ilmu laduni.
Justru saya semakin merasa bodoh.
Karena ketika saya tahu sesuatu tanpa belajar, saya sadar: yang tahu itu bukan saya tapi Dia yang menitipkan.
Laduni bukan berarti kamu tahu semua hal.
Tapi kamu diberi tahu tentang hal yang sedang kamu butuhkan untuk membantu orang lain.
Ilmu Laduni Itu Tidak Bisa Dipamerkan
Banyak orang tertarik belajar laduni karena ingin dianggap sakti.
Saya hanya bisa mendoakan mereka.
Karena laduni tidak datang untuk mereka yang ingin dipuja tapi untuk mereka yang diam-diam menolong tanpa pamrih.
Saya pernah mendapati jawaban atas persoalan orang lain yang bahkan belum sempat dia tanyakan.
Saya tahu arah langkahnya padahal dia belum bicara., itu bukan karena saya hebat.
Itu karena saya sedang dipinjam untuk menjadi jawaban.
Dibisiki Langit Itu Harus Siap Menjaga
Tidak semua yang kita tahu harus disampaikan.
Kadang ilmu itu hanya untuk disimpan, menjadi pagar bagi diri sendiri.
Saya belajar bahwa semakin dalam ilmu semakin dalam pula tanggung jawabnya.
Karena ketika kamu tahu isi hati orang, dan kamu tetap tidak menghakimi di situlah kamu sedang diuji sebagai penjaga rahasia langit.
Penutup
Saya tidak meminta ilmu laduni.
Tapi ketika saya diberi, saya tahu itu bukan hadiah.
Itu amanah.
Dan saya harus menjaga amanah itu dengan diam dengan rendah hati dan dengan kesiapan untuk tidak dianggap tahu apa-apa.
> “Karena ilmu laduni bukan untuk menunjukkan bahwa kamu tahu tapi untuk memastikan kamu tetap bisa menunduk meski sedang tahu segalanya.”
#CatatanNggedabrus #IlmuLaduni #BisikanLangit #TanpaGuruLahir #DiamYangMenjawab
Komentar
Posting Komentar