"Kesaktian Itu Bukan Tentang Kekuatan, Tapi Tentang Kesiapan Diam"
> “Yang benar-benar sakti tidak sibuk menunjukkan, tapi sibuk menjaga.
Kesaktian bukan soal bisa melukai, tapi soal tahu kapan harus tidak melukai.”
Saya tumbuh di lingkungan yang dekat dengan kesaktian.
Ada yang bisa berjalan di atas bara, ada yang tahu isi hati orang, ada pula yang bisa membuat orang gentar hanya dengan menatap.
Tapi yang paling saya kagumi… adalah yang tidak pernah merasa perlu menunjukkan apa pun.
Kesaktian Itu Bukan Aksi, Tapi Energi yang Tahu Tempatnya
Saya belajar dari guru-guru saya:
Bahwa ilmu tinggi itu tidak membuatmu merasa besar,
tapi membuatmu semakin kecil di hadapan Tuhan.
Ilmu batin bukan untuk pamer,
tapi untuk jadi perisai saat dunia menusukmu dari segala arah.
Dan orang yang sakti, justru tahu bagaimana caranya diam tanpa jadi lemah.
Ilmu Tanpa Diam Itu Ribut. Ilmu Dengan Diam Itu Menjadi Cahaya
Saya pernah melihat orang berteriak, “Aku ini punya karomah!”
Tapi justru di situ karomahnya luntur.
Karena karomah yang sejati bukan diumumkan, tapi dibiarkan bekerja dengan sendirinya.
> "Kesaktian bukan ketika kamu mampu membuat orang kagum.
Tapi ketika kamu mampu membuat musuh segan tanpa harus menakut-nakuti."
Ada Ilmu yang Tidak Tertulis, Tapi Terasa
Ilmu itu bukan hanya yang diajarkan di ruang kelas.
Banyak ilmu yang diturunkan melalui mimpi, dzikir, isyarat langit, atau sekadar tatapan dari guru.
Saya pernah diberi ilmu hanya lewat satu senyuman.
Dan saya tahu, senyum itu bukan biasa. Itu restu. Itu izin.
> “Kesaktian itu bukan mantra. Tapi hasil dari kesetiaan pada jalan.”
Dan jalan itu sering sepi, panjang, dan tak selalu dimengerti orang ramai.
Menjadi Sakti Itu Berat, Karena Harus Siap Tidak Dipercaya
Orang yang benar-benar sakti sering dianggap biasa.
Karena dia tidak ingin dianggap luar biasa.
Padahal, di balik diamnya, ada badai yang bisa ia kendalikan.
Saya pernah duduk bersama seseorang yang terlihat seperti orang kampung biasa.
Tapi ketika ia bicara, alam seperti ikut menunduk.
Itulah kesaktian yang tidak minta pengakuan.
Penutup
Kesaktian itu bukan pencapaian.
Tapi amanah.
Dan hanya bisa dijaga oleh hati yang sudah tidak ingin dipuji.
Saya tidak mencari kesaktian.
Saya hanya ingin menjadi manusia yang kuat untuk tidak membalas saat disakiti,
dan tetap mendoakan saat dilupakan.
> “Karena puncak kekuatan adalah bisa diam di hadapan yang melecehkan,
dan tetap lembut di hadapan yang menghina.”
#CatatanNggedabrus #KesaktianSejati #IlmuTanpaPamer #RenunganSufi #DiamAdalahKekuatan
---
Komentar
Posting Komentar