Saat Dunia Sibuk, Sunyi Menguatkan
> “Yang tak terlibat dalam hiruk-pikuk, justru lebih peka membaca arah angin.”
Di tengah riuhnya dunia, banyak yang sibuk… tapi tak mengerti apa yang sedang dikejar.
Langkah cepat, namun kehilangan tujuan.
Berisik, tapi tak mengandung makna.
Sunyi tidak ikut terburu-buru.
Ia berjalan pelan, tapi pasti.
Tidak menyibukkan diri, tapi menumbuhkan ke dalam.
Bukan karena malas, tapi karena tahu: ketenangan lebih banyak menyelamatkan daripada terburu-buru yang sembrono.
Di jalan sunyi, ditemukan kekuatan yang tak bisa dipamerkan: ketahanan batin, kejernihan niat, dan keberanian untuk tidak ikut-ikutan.
> “Yang diam dalam sunyi, bukan karena tak mampu berkata, tapi karena sudah selesai dengan hal-hal remeh.”
Copyright © 2025 Gus Masrur Al Malangi. All rights reserved.
Dilarang menyalin atau menerbitkan ulang tanpa izin tertulis.
Komentar
Posting Komentar