Sunyi Bukan Tempat Lari, Tapi Tempat Pulang
> “Yang pulang ke sunyi bukan sedang kalah, tapi sedang menyatu dengan yang hakiki.”
Sunyi tak pernah memaksa siapa pun untuk datang.
Ia hanya membuka pintu, bagi yang lelah mengejar bayangan.
Banyak yang mengira sunyi adalah tanda kekalahan, padahal justru di sanalah kekuatan mulai dipulihkan.
Sunyi bukan pelarian dari dunia, tapi kepulangan pada diri yang paling jujur.
Di tengah hiruk-pikuk, sunyi adalah rumah yang tak banyak orang tahu letaknya, tapi selalu ada bagi yang mencarinya dengan hati.
Sunyi tidak bising, tapi menyembuhkan.
Tak penuh tepuk tangan, tapi mengandung kemerdekaan yang sejati.
> “Kadang yang tak terlihat, lebih sanggup menguatkan dibanding semua yang bisa disentuh.”
Copyright © 2025 Gus Masrur Al Malangi. All rights reserved.
Dilarang menyalin atau menerbitkan ulang tanpa izin tertulis.
Komentar
Posting Komentar