Bisa jadi Tri Dharma Eka Karma itu sama dengan, Sidīq – Amānah – Faṭonah: Tasawuf Jalan Ksatria
Tasawuf bukan berarti melemahkan diri, apalagi menghindari medan. Justru tasawuf adalah ilmu menegakkan jiwa: menundukkan nafsu, menjaga amanah, dan membaca tanda Alloh di setiap langkah.
1. Ṣidīq – Keberanian Sejati
Ṣidīq bukan sekadar jujur, tapi berani tegak pada kebenaran meski sendirian.
Musuh sejati bukan di luar sana, melainkan hawa nafsu dalam dada.
Maka ṣidīq adalah kompas hidup: mengarahkan langkah agar tidak terjerat tipu daya dunia.
2. Amānah – Disiplin Ruhani
Amānah berarti bisa dipercaya.
Orang yang tidak amanah sama dengan penjaga yang meninggalkan posnya: berkhianat terhadap janji dan melemahkan barisan.
Tasawuf memaknai amanah sebagai tanggung jawab jiwa: menjaga janji kepada Alloh, Rasululloh, dan sesama manusia.
3. Faṭonah – Kecerdasan Strategis
Faṭonah bukan hanya pintar bicara, tapi tajam membaca tanda-tanda.
Orang yang faṭonah bisa membaca arah angin di hutan kehidupan, sekaligus membaca getaran hati dalam keheningan doa.
Cerdas bukan untuk sombong, tapi untuk menemukan jalan hikmah dan strategi ruhani.
Tasawuf Ksatria
Tasawuf bukan sekadar duduk diam berzikir, tetapi berdiri tegak dengan jiwa ksatria:
Ṣidīq adalah keberanian.
Amānah adalah keteguhan.
Faṭonah adalah kecerdasan.
Inilah tasawuf yang menyalakan cahaya keberanian, bukan tasawuf yang redup dalam abu-abu keragu-raguan.
Copyright © 2025 Gus Masrur Al Malangi. All rights reserved. Dilarang menyalin atau menerbitkan ulang tanpa izin tertulis.
Komentar
Posting Komentar