Matinya Rasa Kemanusiaan: Lebih Rendah dari Binatang
Manusia disebut manusia karena ia membawa rasa. Rasa itu yang membedakan ia dari batu, tumbuhan, bahkan dari binatang. Jika rasa itu mati, maka yang tersisa hanyalah tubuh yang berjalan tanpa nurani.
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya…” (QS. Al-Jatsiyah: 23)
Ketika rasa kemanusiaan hilang, maka manusia tidak lagi berpijak pada akal sehat dan adab. Ia menurunkan dirinya sendiri menjadi lebih rendah dari binatang. Sebab binatang masih punya naluri menjaga keseimbangan hidup, sementara manusia yang mati rasa bisa menghancurkan segalanya dengan tamak dan dengki.
Rasa: Inti dari Manusia
Rasa adalah kompas batin. Dengan rasa, manusia bisa membedakan mana benar dan salah, mana adil dan zalim, mana kasih dan benci.
Tanpa rasa, manusia akan berwajah dingin, kehilangan getar nurani, dan akhirnya terjerumus dalam kezaliman.
Maka yang wajib dijaga bukan hanya tubuh, bukan hanya akal, tapi rasa.
Karena rasa itulah inti dari kemanusiaan.
Lebih Rendah dari Binatang
Alloh sendiri berfirman:
“…mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179)
Ayat ini menegaskan: manusia yang kehilangan rasa kemanusiaan, yang hidup hanya dengan hawa nafsu tanpa kendali, justru jatuh lebih rendah dari binatang.
Binatang tidak pernah pura-pura menjadi malaikat. Binatang tidak pernah munafik. Binatang hidup dengan fitrahnya. Tetapi manusia yang mati rasa, sanggup menutupi keburukannya dengan wajah suci, sanggup membungkus kezaliman dengan kata-kata manis. Inilah yang membuatnya jatuh lebih rendah.
Menjaga Rasa, Menjaga Iman
Kekuatan seorang manusia bukan terletak pada ototnya, bukan pula pada senjatanya, melainkan pada rasa yang dijaga dengan iman.
Rasa yang dijaga akan melahirkan kasih, kepedulian, dan keberanian menegakkan kebenaran.
Rasa yang hilang akan menjerumuskan manusia pada kehinaan dunia dan akhirat.
Kesimpulan
Matinya rasa kemanusiaan adalah matinya inti manusia.
Dan siapa yang kehilangan rasa itu, jatuhlah ia ke lembah yang lebih rendah dari binatang.
Maka jaga rasa. Sebab rasa itulah yang membuat manusia tetap manusia, baik di dunia maupun di hadapan Alloh kelak.
Copyright © 2025 Gus Masrur Al Malangi. All rights reserved.
Dilarang menyalin atau menerbitkan ulang tanpa izin tertulis.
Komentar
Posting Komentar